Gambaran global regulasi mata uang kripto: AS, Uni Eropa, Asia

Gambaran global regulasi mata uang kripto sangat kompleks dan beragam, dipengaruhi oleh sikap yang berbeda di berbagai wilayah dan negara, laju perkembangan teknologi, dan keterbukaan terhadap mata uang kripto.

Di sini kami mengulas bagaimana regulasi mata uang kripto saat ini di tiga wilayah utama dunia: Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Asia.

Amerika Serikat

Di Amerika Serikat, regulasi mata uang kripto berada di bawah yurisdiksi sejumlah otoritas regulasi, termasuk Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN), Securities and Exchange Commission (SEC), Commodity Futures Trading Commission (CFTC), dan Internal Revenue Service (IRS).

Di Amerika Serikat, mata uang kripto saat ini diklasifikasikan sebagai "komoditas" dan tunduk pada peraturan dan regulasi yang mengatur transaksi keuangan, termasuk langkah-langkah anti pencucian uang dan pendanaan anti-teroris.

Namun, SEC secara aktif menyelidiki mata uang kripto, khususnya ICO dan dana investasi mata uang kripto. ICO dan penjualan token lainnya sering dianggap sebagai penawaran sekuritas dan oleh karena itu tunduk pada undang-undang sekuritas.

Uni Eropa

Di Uni Eropa, regulasi mata uang kripto secara tradisional menjadi tanggung jawab Negara-negara Anggota, tetapi ada minat yang meningkat pada subjek ini di tingkat Uni Eropa.

Uni Eropa telah membahas regulasi mata uang kripto sebagian melalui Petunjuk ke-5 tentang Pencegahan Pencucian Uang dan Pendanaan Teroris (AMLD5), yang menetapkan bahwa perusahaan yang bertransaksi dalam mata uang kripto harus mematuhi undang-undang anti pencucian uang.

Uni Eropa juga telah mengembangkan Undang-Undang Sekuritas Mata Uang Kripto (MiCA), yang menyediakan kerangka kerja komprehensif untuk mengatur mata uang kripto di seluruh Uni Eropa, termasuk stablecoin.

Asia

Di Asia, spektrumnya berkisar dari pendekatan liberal hingga regulasi yang ketat. Cina, misalnya, melarang ICO pada tahun 2017 dan pertukaran mata uang kripto pada tahun 2019. Bank sentral Tiongkok saat ini sedang mengerjakan mata uang digitalnya sendiri, yuan digital.

Negara-negara lain, seperti Jepang dan Korea Selatan, relatif lebih menerima mata uang kripto.

Di Jepang, Bitcoin secara resmi menjadi mata uang dan pertukaran mata uang kripto diatur secara ketat. Korea Selatan adalah salah satu pasar mata uang kripto terbesar di dunia, tetapi pemerintahnya juga secara aktif mengatur sektor ini, termasuk aturan pajak untuk mata uang kripto.

Tren ini menggambarkan bahwa gambaran global regulasi mata uang kripto sangat beragam dan terus berkembang. Regulator terus berusaha mengikuti evolusi teknologi dan mengadopsi strategi yang berbeda untuk mengatur mata uang kripto.