Teknik pencucian uang di dunia mata uang kripto

Teknik pencucian uang mata uang kripto sering kali canggih dan terus berkembang.

Beberapa di antaranya termasuk:

Pencampuran dan Tumbling

Layanan ini mencampurkan transaksi pengguna dengan transaksi pengguna lain untuk mempersulit pelacakan uang.

Transaksi yang tercampur dikembalikan ke dompet pengguna sebagai mata uang kripto yang "bersih", yang asalnya sulit dilacak.

Platform pertukaran P2P (Peer-to-Peer)

Platform pertukaran P2P memungkinkan pengguna untuk menukarkan mata uang kripto secara langsung satu sama lain, sehingga menghindari pertukaran yang diatur dan mengurangi kemungkinan pelacakan.

Koin Privasi

Koin privasi, seperti Monero atau Zcash, adalah mata uang kripto yang dirancang dengan mempertimbangkan privasi.

Mata uang kripto ini biasanya memberikan lebih banyak anonimitas daripada Bitcoin, yang membuatnya menarik bagi para pencuci uang.

Rantai Transaksi yang Kompleks

Pencuci uang sering kali menggunakan rantai transaksi yang rumit di mana uang berpindah di antara beberapa dompet dan mata uang kripto yang berbeda.

Semakin rumit rantai transaksi, semakin sulit untuk melacak asal usul uang tersebut.

Lembaga Keuangan Terdesentralisasi (DeFis) dan Bursa (DEX)

Keuangan dan bursa terdesentralisasi semakin populer di komunitas mata uang kripto dan, karena platform ini sering kali tidak terlalu diatur, mereka dapat dieksploitasi oleh para pencuci uang.

Semua teknik ini menjadi tantangan bagi regulator, yang perlu mencari cara untuk mencegah pencucian uang menggunakan mata uang kripto.